Tampilkan postingan dengan label Semi Final Liga champion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semi Final Liga champion. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 April 2012

Mourinho Pecahkan Rekor Gol Madrid

BARCELONA – Jose Mourinho menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang entrenador berkelas. Terbukti, Mourinho menciptakan berbagai rekor baru bersama Real Madrid di La Liga musim ini. Pada saat mengalahkan Sporting Gijon 3-1 pekan kemarin, Cristiano Ronaldo dkk berhasil menyamakan rekor gol skuad John Toshack pada musim 1989-90. Saat itu, Madrid mencetak 107 gol saat musim La Liga berakhir. Artinya, menghadapi pertandingan El Clasico, Madrid hanya membutuhkan satu buah gol untuk memecahkan rekor gol tersebut dan Los Blancos berhasil melakukannya lewat kaki Sami Khedira. Sebagaimana dilansir Goal, Minggu (22/4/2012), Madrid berhasil mencetak gol lewat sebuah kemelut di depan gawang Victor Valdes pada menit 17. Gol Khedira itu merupakan yang ke-108 pada musim ini. Berawal dari sebuah tendangan pojok, Valdes gagal menangkap dengan sempurna tandukan Pepe. Bola jatuh di depan Carles Puyol, yang juga tidak mampu membuang bola dengan baik. Khedira menjebol gawang Barca. Meski Barcelona berhasil menyamakan kedudukan lewat Alexis Sanchez, tapi Ronaldo berhasil mencetak gol penentu kemenangan Madrid pada babak kedua, sekaligus yang ke-109 pada musim ini. Dengan kemenangan ini, maka skuad Mourinho semakin memperlebar keunggulan dari Barca menjadi tujuh angka. Los Blancos semakin terbuka untuk merebut gelar juara La Liga dari tangan Barca.

Sabtu, 21 April 2012

Ferrer: ''Messi Adalah Yang Terbaik''

BARCELONA – Peraih tiga kali Balon d’Or secara beruntun, Lionel Messi kembali mendapat sebuah pujian. Kali ini ungkapan sahih mengenai skill yang dimiliki Messi ini datang dari mantan punggawa Chelsea, Albert Ferrer. Bagi Ferrer, Messi menjadi sosok yang besar di dunia sepakbola pada era ini. Ferrer yang juga merupakan mantan pemain Barca ini, membandingkan pemain Timnas Argentina itu dengan para pemain di masanya. “Bagi saya, Messi adalah yang terhebat. Saya pernah bermain dengan Romario, Rivaldo, Ronaldo, Michael Laudrup, dan Stoichkov. Tapi Messi adalah pemain terbaik yang pernah saya lihat. Messi berkembang dengan caranya di mana tidak ada satupun bisa berharap seperti itu,” ujar Ferrer, seperti dikutip Telegraph, Jumat (20/4/2012). Ferrer juga mengikuti perkembangan Messi saat dia pertama kali mendapatkan tim utama di Barca. Ferrer melihat Messi masih susah membuat gol, meski Messi bisa bermain satu lawan satu. Tapi saat ini, jebolan La Masia itu bisa melebihi ekspetasi. “Dia terus berusaha dengan caranya dan sekarang dia mencetak 40 atau 60 gol setiap tahun. Messi bisa memenangkan pertandingan dengan sendiri. Dia sangat pintar. Tapi dia bisa beristirahat dan kemudian meminta bola. Memberikan 100 persen dan membuat sesuatu. Dia tidak bisa dipercaya,” sanjung Ferrer.

Rabu, 18 April 2012

Cech:'Messi bisa dikalahkan'

LONDON – Kiper Chelsea Petr Cech menegaskan timnya dapat menghentikan pergerakan playmaker brilian Barcelona Lionel Messi saat kedua klub berhadapan di leg pertama semifinal Liga Champions, Kamis dini hari nanti (WIB). Pemain internasional Argentina itu dianggap sebagai pemain yang luar biasa saat ini dengan berbagai prestasi yang sukses ia torehkan. Namun, Cech bersikeras menilai bahwa Messi 'hanya manusia biasa' dan juara Liga Champions musim lalu Barcelona dapat dikalahkan. “Barcelona adalah sebuah tim yang luar biasa dengan generasi yang fantastis dan merupakan salah satu klub spektakuler. Barca bahkan lebih baik daripada yang lain,” kata Cech seperti dilansir The Times of India, Rabu (18/4/2012). “Messi dalam bentuknya saat ini merupakan ancaman besar. Dia merupakan pemain terbaik dunia, tetapi seperti yang saya katakan sebelumnya, tak ada tim yang tak terkalahkan!” tegasnya. “Teknik bola Messi sangat bagus, dia mampu mengkreasikan dan mengembangkan permainan. Bahkan di saat sulit pun dia mampu menemukan solusi ideal, Messi dapat menyelesaikan serangan dengan baik. Namun, di sisi lain Messi hanyalah seorang manusia biasa, bukan tidak mungkin kami dapat melawannya,” sambungnya. “Mereka [Barcelona] adalah favorit terbesar Liga Champions, tentu mereka akan mempertahankan trofi, apapun yang terjadi. Tapi kami mampu menyelesaikan dua pertandingan hebat yang akan menggugurkan status favorit mereka,” tandasnya

Selasa, 17 April 2012

Dramatis, Gol Telat Gomez Pecundangi Madrid


MUNICH – Partai leg pertama di kandang sendiri, tak disia-siakan Bayern Munich untuk merebut pole position untuk mencapai partai final. Gol penutup Bayern di menit-menit akhir yang menjadikan skor 2-1, membuat Real Madrid tertinggal di pacuan semi final Champions League. Babak pertama dibuka dengan peluang emas tim tamu. Di menit ke-7, Mesut Özil menyodorkan umpan mendatar yang menghampiri Karim Benzema. Beruntung Bayern punya Manuel Neuer di bawah mistar. Benzema yang membawa bola ke kotak penalti, sempat melepaskan tembakan jarak dekat, tapi masih bisa dihalau dengan heroik. Selang beberapa menit kemudian, publik Bavaria bergemuruh hebat saat Franck Ribéry memaksa papan skor berubah 1-0 pada menit ke-17. Berawal dari sepak pojok yang dilepaskan Toni Kroos yang membuahkan kemelut di muka gawang Madrid, Ribéry muncul dengan sepakan keras yang tak mampu dibendung Iker Casillas. Benzema kembali menjadi aktor yang membidani peluang Madrid di menit ke-39. Tapi berkat penjagaan ketat barisan belakang Die Rote Teufel (Setan Merah), sepakan mendatar Benzema hanya bisa meluncur lemah dan dengan mudah diamankan Neuer. Semenit kemudian, Bayern kembali membuat teror. Sebuah counter attack mengantarkan Mario Gómez untuk meringsek sisi kanan pertahanan Madrid. Tapi kali ini Casillas berhasil menahan bola dari sepakan keras Gómez dengan cemerlang. Skor 1-0 bertahan hingga paruh pertama usai. Masuk ke paruh kedua, Los Merengues mencoba membuat serangan yang lebih mengancam gawang Bayern. Gol penyeimbang yang dinanti-nanti pun akhirnya lahir di menit ke-53, berkat scrimmage yang melibatkan Cristiano Ronaldo (CR7), Benzema dan Özil. Alkisah berawal dari kemelut usai Neuer mengenyahkan peluang CR7, yang kemudian bola liar menghampiri Benzema. Dengan sedikit mengolah bola, Benzema kembali mengirim bola ke CR7 dan dengan satu sentuhan, dilayangkan kembali ke kaki Özil. Sontekan Özil pun gagal diselamatkan Neuer dan memaksa skor berubah 1-1. Raksasa Bavaria lagi-lagi mendulang kesempatan bagus untuk kembali mengungguli tamunya di menit ke-71. Umpan crossing Philip Lahm yang menyasar ke kotak penalti, sempat berbuah bola liar, hasil salah antisipasi Sergio Ramos. Gómez yang berada dekat dengan bola liar tersebut, nyaris mengoyak jala Casillas lagi, jika saja sontekannya tak melambung ke udara. Gol penentu FC Hollywood akhirnya tiba di menit-menit akhir. Sebuah umpan panjang Lahm pada menit ke-90, menghampiri Gómez yang menyusup ke mulut gawang. Sebuah sontekan sederhana membuat skor pun kembali berubah, 2-1 untuk kemenangan Bayern yang ternyata tetap lestari hingga laga usai. Susunan Pemain: Bayern Munich: Manuel Neuer, Philip Lahm, Jérôme Boateng, Holger Badstuber, Arjen Robben, Bastian Schweinsteiger/Thomas Müller (61’), Franck Ribéry, Luiz Gustavo, Toni Kroos, David Alaba, Mario Gómez Real Madrid: Iker Casillas, Sergio Ramos, Pepe Ferreira, Álvaro Arbeloa, Fábio Coentrão, Xabi Alonso, Mesut Özil/Marcelo Vieira (69’), Sami Khedira, Ángel di María/Esteban Granero (79'), Cristiano Ronaldo, Karim Benzema/Gonzalo Higuaín (84’)