Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 April 2012

Mencontek, Dua Siswa Diamankan Polisi



WATAMPONE - Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), tercoreng. Dua siswa peserta UN terpaksa diamankan petugas Polres Bone karena kedapatan membaca kunci jawaban yang disembunyikan.

Kedua siswa tersebut adalah Nisrawati dari SMK Kesehatan Bina Sehat  Terpadu, dan Jusdiadi dari jurusan elektronik otomotif SMK Dirgantara, Arasoe, Kecamatan Mare, yang mengikuti UN di Rayon SMK Negeri I, Jalan Kihajar Dewantoro, Watampone, Senin (16/4/2012). Mereka kedapatan membaca bocoran jawaban soal ujian Bahasa Indonesia yang diujikan hari ini. 

Jusdiadi, yang mengikuti ujian di R- 25, ditangkap petugas saat mengisi jawaban yang disiapkan di sehelai kertas tisu. Sementara Nisrawati mendapat kunci jawaban melalui telpon seluler ketika mengikuti ujian di R-26. 

Keduanya pun digelandang petugas ke ruangan Kepala Sekolah SMKN 1 Watampone. Selang 20 menit kemudian, petugas dari Polres Bone, Andi Asri dan Supariadi, serta beberapa anggota dari Satuan Patmor Polres, tiba di SMKN I Watampone untuk membawa kedua siswa tersebut ke kantor polisi. 

Ruang 25 dan 26 yang dipergunakan Nisrawati dan Jusdiadi dijaga empat pengawas. Musdalipa dan Manire mengawas di R-25,  sedangkan Siti Nursali dan Mardina mengawas di R-26. Sayangnya, saat kedua siswa mencontek, para pengawas ini mengaku tidak tahu.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Bone Taswin Arifin mengancam, akan memanggil keempat pengawas tersebut untuk dimintai keterangan. Taswin mempertanyakan, mengapa ada peserta UN yang lolos mendapatkan kunci jawaban ketika berada dalam pengawasan mereka. 

"Saya akan panggil pengawasnya. Sebab hal seperti ini tidak bisa kita beri toleransi!" ujar Taswin tegas.

Menurut Taswin, sebelum pelaksanaan UN, pihaknya telah menggelar sosialisasi kepada para pengawas. Tidak hanya kecewa atas keteledoran pengawas yang tidak serius memperhatikan para peserta UN, Taswin juga berjanji akan membawa masalah ini ke polisi, jika memang terdapat unsur kesengajaan.

"Kalau memang pengawasnya sengaja, atau ada indikasi kerja sama dengan siswa, maka akan saya serahkan ke polisi,katanya (okezone.com)

SMS Jawaban UN Beredar, HP Peserta Disita


DEMAK-Kunci jawaban Ujian Nasional (UN) mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMA dan SMK di
Demak, Jawa Tengah, beredar melalui pesan singkat (SMS). Agar tidak terkecoh dengan isi SMS yang belum tentu kebenarannya, sejumlah telepon genggam para peserta ujian pun disita panitia, hingga ujian berakhir.

Menurut sejumlah siswa SMK Muhammadiyah Demak, bocoran kunci jawaban tersebut diperoleh melalui SMS sejak Minggu, 15 April malam, dari nomor yang mengaku berasal dari SMK Merdeka dan SMK 7 di lain daerah.

SMS tersebut berisi jawaban 50 soal Bahasa Indonesia untuk paket soal satu, dua, empat, dan lima. Dengan cepat, SMS yang belum terbukti kebenarannya itu menyebar di antara para peserta ujian.

Untuk mengantisipasi agar para peserta tidak terpengaruh dengan isi SMS, panitia menyita sejumlah telepon genggam para peserta. Menurut Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Demak Sutarno, bocoran kunci jawaban UN memang marak terjadi sejak beberapa tahun terakhir.

Pihaknya mengimbau para siswa agar tidak terpengaruh isi SMS karena kecil kemungkinan soal UN bisa bocor. Apalagi saat ini terdapat kode-kode soal yang berbeda untuk setiap sekolah. Selain itu, naskah ujian juga selalu dijaga ketat polisi baik saat pendistribusian maupun saat penyimpanan.

"Bahkan mungkin lembar jawaban yang disampaikan pihak tidak bertanggungjawab itu memang banyak. Bila menerima SMS yang bilang itu jawaban yang benar, jangan diyakini," kata Sutarno.

Diduga, SMS liar tersebut sengaja disebarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab yang ingin menggangu jalannya UN. Maka, para peserta diimbau tidak terkecoh dan mempercayai isi SMS yang menyesatkan tersebut. (Okezone)