Indomedia News menampilkan berbagai berita di Indonesia maupun dunia yang aktual,objektive,menarik dan faktual
Tampilkan postingan dengan label Indo Media News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indo Media News. Tampilkan semua postingan
Jumat, 27 April 2012
Investor Indonesia Minati Emas sebagai Investasi Utama
JAKARTA - Standard
Chartered Bank dalam
survei menyatakan
pelaku affluent (ekonomi
kuat) Indonesia masih
meminati emas sebagai
investasi utama.
"Secara keseluruhan,
tiga besar investasi
masih didominasi oleh
emas. Jadi ternyata,
segmen affluent
Indonesia sangat suka
dengan investasi emas,"
kata General Manager
Priority and
International Banking
Standard Chartered
Djumariah Tenteram
saat menjelaskan hasil
Survei FuturePriority di
Jakarta, Jumat.
Sebanyak 71% pelaku di
Indonesia memilih
investasi emas dibanding
investasi lain kemudian
pada posisi kedua
ditempati oleh jenis
investasi properti.
Para pelaku yang
memilih investasi di
sektor properti sebanyak
58% untuk menopang
pertumbuhan kekayaan
para affluent Indonesia.
Kemudian pada posisi
ketiga, investor
Indonesia memilih
deposito atau simpanan
dengan bunga tinggi
sebagai penyokong
penambahan
kekayaannya dengan
jumlah pemilih sebesar
42%.
Hal itu menurut dia
lantaran harga emas
yang menarik para
investor. "Jika dilihat 2-3
tahun lalu emas
harganya masih
Rp200-300 ribu per gram,
namun pada saat ini
sekitar Rp490-500 ribu
per gram dan bahkan
sempat Rp520 ribu," jelas
Djumariah.
Sementara itu, menurut
dia, kendala terdapat
pada kurangnya
instrumen emas di
sejumlah bank di
Indonesia karena bank
berpendapat nasabah
hanya tertarik pada
deposito dengan bunga
tinggi.
"Kendalanya adalah kita
tidak punya banyak
instrumen yang
berkaitan dengan emas
selain emas itu sendiri.
Untuk saat ini bank
masih belum mempunyai
kemampuan bertransaksi
yang menggunakan
instrumen emas padahal
minat terhadap emas
besar sekali," kata
Djumariah.
Guardiola 'Mengundurkan' Diri?
BARCELONA - Josep
Guardiola akan
meninggalkan barcelona
akhir musim ini. Era
emas sang pelatih muda
bersama Barca pun resmi
berakhir dan musim
mendatang Blaugrana
akan memulai era baru.
Guardiola memberi
informasi mengenai
keputusannya kepada
pemain Jumat (27/4) pagi
waktu setempat,
sebelum menemui media
yang sudah menunggu
konferensi pers.
Guardiola mengatakan
kepada klub bahwa
dirinya butuh istirahat.
Presiden Barcelona,
Sandro Rosell dikabarkan
sudah berjuang untuk
membujuk Guardiola.
Rosell meminta pelatih
berusia 41 tahun itu mau
meneken kontrak baru.
Rosell pun berusaha
menggunakan taktik
mengulur waktu dan
meminta Guardiola
untuk kembali
memikirkan
keputusannya.
Beredar spekulasi
tentang kemungkinan
Guardiola hijrah ke
Chelsea, atau bahkan
menjadi manajer timnas
Inggris. (rtr/beritasatu)
Trofi Guardiola Bersama
Barca:
La Liga
2008/09, 2009/10, 2010/11
Champions League
2009, 2011
Copa del Rey
2009
Spanish Super Cup
2009, 2010, 2011
UEFA Super Cup
2009, 2011
FIFA Club World Cup
2009, 2011
Organ TKI Tewas di Malaysia 'Utuh'
JAKARTA-Ahli Forensik
dari Universitas
Indonesia dr. Mun'im
Idris memastikan organ
tubuh dua TKI yang
tewas ditembak di
Malaysia masih utuh.
Kepastian tersebut ia
peroleh setelah otopsi
dilakukan atas jenazah
kedua TKI yakni Abdul
Kader Zaelani dan
Herman di pemakaman
keluarga Dusun Pancor
Kopong, Desa
Pringgasela Selatan,
Lombok Timur, NTB,
Kamis (26/4).
"Saya sudah memperoleh
laporan dari tim yang
melakukan otopsi di sana
yang menyatakan bahwa
organ kedua TKI itu
masih dalam keadaan
utuh," kata Mun'im yang
dihubungi melalui
telepon selularnya,
Jumat (27/4).
Pernyataan yang
disampaikan Mun'im
tersebut dibenarkan oleh
Kepala Badan Nasional
Penempatan dan
Perlindungan Tenaga
Kerja Indonesia
(BNP2TKI) Moh Jumhur
Hidayat.
"Ya benar, semua organ
tubuh kedua TKI itu
masih utuh," kata
Jumhur singkat saat
dimintai konfirmasinya di
Jakarta, Jumat.
Otopsi terhadap kedua
jenazah TKI itu ditangani
oleh enam dokter dari
Rumah Sakit
Bhayangkara, Mataram,
NTB.
Proses otopsi dilakukan
menyusul adanya dugaan
bahwa Abdul Kader
Jaelani dan Herman,
serta seorang TKI lain
bernama Mad Noon yang
tewas ditembak oleh
aparat Kepolisian
Malaysia pada 25 Maret
lalu, menjadi objek
penjualan organ-organ
tubuh manusia secara
ilegal.
Sebelum dipulangkan ke
tanah air, pihak
Kepolisian Malaysia
sebenarnya telah
melakukan otopsi
terhadap ketiga jenazah
TKI tersebut dan hasilnya
telah diserahkan kepada
Kedutaan Besar
Indonesia di Kuala
Lumpur.
Namun, pihak keluarga
ketiga TKI dan sejumlah
LSM, salah satunya
adalah Migrant Care,
mencurigai ada yang
tidak beres dengan
jenazah mereka dan
menuntut dilakukan
otopsi ulang.
Menanggapi hal itu,
BNP2TKI megambil
inisiatif untuk
melakukan otopsi ulang
terhadap ketiga jenazah
TKI yang sudah tiba di
Indonesia da
dimakamkan di
pemakaman keluarga
pada 5 April lalu.
Politisi PDIP: 'SBY' bermental 'Calo'
JAKARTA - Ketua Komisi IX DPR,
Ribka Tjiptaning, menilai
pemerintahan Susilo Bambang
Yudhoyono memiliki mental calo
menyusul masih banyaknya
kasus penyiksaan terhadap
Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
"Kalau mentalnya pimpinan
negara masih mental calo ya
masih begini. Yang penting fee
nya aja, tapi waktu rakyatnya
susah di luar negeri tidak diusut.
Perlindungannya tidak serius akan
begini terus," tuturnya saat
ditemui wartawan di DPR, Jakarta,
Jumat (27/04/2012).
Menurut Ribka, Presiden harus
turun tangan langsung dalam
menyikapi hal ini. Presiden harus
bersikap tegas untuk mengusut
kasus tersebut. Bukan hanya
mengirimkan para menterinya.
"Ini keberanian SBY sajalah
selesaikan ini melindungi warga
negara sebagai pimpinan negeri.
Kalau cuma menteri sudah gak
ada apa-apa lagi sampai dengan
timsus kesana dicuekin,"
imbuhnya.
Lebih lanjut politisi PDIP ini
menyarankan agar pemerintah
menarik seluruh TKI yang berada
di Malaysia. Hal ini dianggap
sebagai salah satu bentuk protes
terhadap Negeri Jiran tersebut.
"Memang dia harus berani, harus
revolusioner untuk Malaysia. Tarik
semua TKI disana. Kalau
pemerintah bentuk satgas udah
kebanyakan satgas. Udahlah
satgas partai aja deh,"
sambungnya.
Pada kesempatan tersebut, Ribka
menyatakan banyaknya
pengiriman TKI ke luar negeri dan
ditolaknya pengajuan moratorium
adalah salah satu bukti bahwa
pemerintah tidak mampu
menyediakan lapangan kerja bagi
warga negaranya.
"Ini bentuk kegagalan pemerintah
menyediakan lapangan kerja bagi
warga negara. Karena tidak ada
satu orang pun yang mau
berpisah dengan keluarganya cari
nafkah di luar negeri," terangnya.
Senin, 23 April 2012
KPK Periksa Istri Anas Kamis Mendatang
JAKARTA - Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK)
akan memeriksa istri Ketua Partai
Demokrat Anas Urbaningrum,
Atthiyah Laila, terkait kasus
dugaan korupsi Sport Center
Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Juru bicara KPK, Johan Budi SP,
mengatakan pemeriksaan
terhadap Atthiyah itu digelar pada
Kamis 26 April mendatang.
"KPK menjadwalkan kembali
pemeriksaan ibu Athiyya Laila
pada Kamis pekan ini," ucap Juru
Bicara KPK, Johan Budi SP, di
kantornya, Jalan Rasuna Said,
Jakarta, Senin (23/4/2012).
Atthiyah akan diperiksa KPK
sebagai saksi. Johan Budi
menyebut KPK memeriksa
Atthiyah sebagai mantan
pengurus PT Dutasari Citralaras.
Perusahaan ini merupakan
subkontrak dari dua perusahaan
BUMN, PT Adhi Karya dan PT
Wijaya Karya.
"Yang bersangkutan mantan
pengurus," kata Johan.
Pemeriksaan terhadap Atthiyah
kembali digelar, setelah sempat
batal pada Jumat pekan lalu. Dia
tidak menghadiri pemeriksaan
akibat ibunya mengalami
gangguan kesehatan.
Athiyya disebut-sebut pernah
menjadi anggota dewan Direksi
PT Dutasari Citralaras. KPK
sebelumnnya juga pernah
memeriksa Direktur PT Dutasari,
Citralaras Mahfud Suroso, yang
menurut Nazaruddin sebagai anak
buah Anas Urbaningrum di PT
Adhi Karya.
Minggu, 22 April 2012
Mourinho Pecahkan Rekor Gol Madrid
BARCELONA – Jose Mourinho
menunjukkan kapasitasnya
sebagai seorang entrenador
berkelas. Terbukti, Mourinho
menciptakan berbagai rekor baru
bersama Real Madrid di La Liga
musim ini.
Pada saat mengalahkan Sporting
Gijon 3-1 pekan kemarin, Cristiano
Ronaldo dkk berhasil
menyamakan rekor gol skuad
John Toshack pada musim
1989-90. Saat itu, Madrid
mencetak 107 gol saat musim La
Liga berakhir.
Artinya, menghadapi
pertandingan El Clasico, Madrid
hanya membutuhkan satu buah
gol untuk memecahkan rekor gol
tersebut dan Los Blancos berhasil
melakukannya lewat kaki Sami
Khedira.
Sebagaimana dilansir Goal,
Minggu (22/4/2012), Madrid
berhasil mencetak gol lewat
sebuah kemelut di depan gawang
Victor Valdes pada menit 17. Gol
Khedira itu merupakan yang
ke-108 pada musim ini.
Berawal dari sebuah tendangan
pojok, Valdes gagal menangkap
dengan sempurna tandukan
Pepe. Bola jatuh di depan Carles
Puyol, yang juga tidak mampu
membuang bola dengan baik.
Khedira menjebol gawang Barca.
Meski Barcelona berhasil
menyamakan kedudukan lewat
Alexis Sanchez, tapi Ronaldo
berhasil mencetak gol penentu
kemenangan Madrid pada babak
kedua, sekaligus yang ke-109
pada musim ini.
Dengan kemenangan ini, maka
skuad Mourinho semakin
memperlebar keunggulan dari
Barca menjadi tujuh angka. Los
Blancos semakin terbuka untuk
merebut gelar juara La Liga dari
tangan Barca.
Sabtu, 21 April 2012
Ide-Ide Sang Alm Wamen Nyentrik
Jakarta, Hari ini Wakil
Menteri ESDM Widjajono
Partowidagdo meninggal dunia
saat mendaki Gunung Tambora di
NTB. Selama menjabat, Widjajono
banyak mengeluarkan ide di sektor
migas. Apa saja?
Dari catatan detikFinance, Sabtu
(21/4/2012), setidaknya ada dua ide
besar yang sering didengungkan
Widjajono. Teranyar adalah soal
pemunculan bensin Premix Ron 90
untuk mengatasi banyaknya mobil
mewah yang menggunakan
premium karena harganya yang
sangat murah.
Guru Besar ITB berambut
gondrong ini yakin, jika Premix
dijual Rp 7.200 per liter, maka para
pengguna mobil mewah tak akan
menggunakan premium lagi.
"Kan, ada orang berpikir, mau
pakai BBM non subsidi tapi
harganya terlalu tinggi, tapi kalau
pakai BBM bersubsidi tidak tega
makan subsidinya terlalu besar.
Maka kenapa kita tidak memberikan
pilihan di tengahnya, yakni
campuran antara BBM bersubsidi
dan non subsidi, harganya di
tengah," kata Widjajono.
Dia yakin alternatif bahan bakar ini
akan diterima masyarakat. "Karena
selama ini kan sudah banyak orang
yang mencampur pertamax
dengan premium, biar bahan
bakarnya tidak terlalu jelek. Artinya
pasarnya kan ada, jadi kenapa
tidak," ujarnya.
Widjajono bilang, ide ini baru
sebatas pemikirannya dalam belum
ada tindak lanjut kepada Pertamina.
Tidak hanya itu, Widjajono juga
mempunyai ide soal pengalihan
atau konversi BBM ke BBG yang
sempat menuai kontroversi pula.
Namun Widjajono mengatakan,
Indonesia kaya akan gas sehingga
BBG akan lebih murah. Dia pun
mencontohkan masyarakat dengan
memasang converter kit BBG
untuk mobilnya sehingga bisa
memakai BBG.
"Kalau harga premium masih
murah Rp 4.500 per liter sulit buat
orang mau pindah ke BBG, nah
supaya jalan sebaiknya Premium/
BBM bersubsidi naik seperti
rencana awal Rp 6.000 per liter,"
jelasnya.
Ide-ide Widjajono ini tak jarang
dikritik oleh anggota DPR. Namun,
Anggota DPR Satya W. Yudha
mengatakan Widjajono adalah
sosok yang sangat jujur bersih dari
kepentingan yang ditempatkan di
kementerian yang sarat dengan
kepentingan.
"Kehadiran beliau menjadi sangat
penting dalam kebijakan energi
nasional kita. Pikiran-pikirannya
yang lurus dan sangat
berpengetahuan sangat dibutuhkan
bangsa. Fenomena Widjajono
sama dengan Mbah Surip. Orang
yang sangat genuine dan lagi
populer di saat dipanggil yang
maha kuasa," jelas Satya.
Selain itu, berikut daftar ide-ide
Widjajono yang pernah
disampaikan kepada
detikFinance:
Perlu peraturan bahwa
Pertamax wajib untuk
mobil pribadi 1.500 cc
ke atas.
Perlu peraturan bahwa
Premium hanya untuk
Angkutan Umum dan
Sepeda Motor.
Penghematan untuk
bensin sampai di atas
30% oleh HHO dengan
alat seharga Rp 800 ribu
ditemukan oleh Prof.
Djoko Sungkono dari
ITS.
Penghematan untuk
diesel dengan larutan
Penghemat BBM SF
Turbo 1 ditemukan oleh
Pak Faisal dari
Palembang. Ini bagus
untuk transportasi
umum dan truk,
termasuk truk batubara.
Penggunaan tabung
elpiji 3 kg untuk nelayan
melaut perlu
disebarluaskan.
Transportasi umum
mobil ditingkatkan
kuantitas maupun
kualitasnya supaya
masyarakat mau pindah
dari menggunakan
kendaraan pribadi pada
hari-hari kerja ke
transportasi umum dan
hanya menggunakan
pada akhir pekan.
Busway di Jakarta
memerlukan armada
yang jauh lebih banyak.
Pemakaian kereta api
ditingkatkan kuantitas
maupun kualitasnya baik
untuk dalam kota
maupun antar kota
termasuk untuk
angkutan barang dan
batubara.
Medco memberi
converter kit untuk CNG
(Compressed Natural
Gas) yang harga
keekonomian CNG-nya
Rp 4.100/liter setara
premium (kalau
disubsidi Rp 1.000 maka
harganya Rp 3.100)
untuk stafnya dan
menyediakan bus kantor
untuk pegawainya.
Kalau kebanyakan
perusahaan berperilaku
seperti Medco maka
Jakarta tidak macet.
Daerah luar Jawa
penghasil Migas bisa
beralih ke BBG lebih
cepat.
Perlunya penghematan
pemakaian listrik
dengan memakai lampu
dan peralatan hemat
energi dan
mematikannya apabila
tidak diperlukan.
Memaksimalkan
pemanfaatan batubara,
panas bumi, air,
bioenergi untuk listrik
dengan diatasi kendala-
kendalanya. Harap
diingat bahwa biaya
listrik dari batubara,
panasbumi dan air hanya
seperempat biaya listrik
dari BBM.
Memaksimalkan
pemanfaatan energi
surya, angin, arus laut,
mikro hidro untuk
daerah-daerah terpencil
terutama Indonesia
Bagian Timur.
Akan lebih banyak uang
yang dihemat apabila
kita bisa meminimalkan
KKN (Korupsi, Kolusi dan
Nepotisme),
mengoptimalkan
penerimaan pemerintah
dan mengefisienkan
pengeluaran
pemerintah.
Ferrer: ''Messi Adalah Yang Terbaik''
BARCELONA – Peraih tiga kali
Balon d’Or secara beruntun,
Lionel Messi kembali mendapat
sebuah pujian. Kali ini ungkapan
sahih mengenai skill yang dimiliki
Messi ini datang dari mantan
punggawa Chelsea, Albert Ferrer.
Bagi Ferrer, Messi menjadi sosok
yang besar di dunia sepakbola
pada era ini. Ferrer yang juga
merupakan mantan pemain Barca
ini, membandingkan pemain
Timnas Argentina itu dengan para
pemain di masanya.
“Bagi saya, Messi adalah yang
terhebat. Saya pernah bermain
dengan Romario, Rivaldo,
Ronaldo, Michael Laudrup, dan
Stoichkov. Tapi Messi adalah
pemain terbaik yang pernah saya
lihat. Messi berkembang dengan
caranya di mana tidak ada
satupun bisa berharap seperti itu,”
ujar Ferrer, seperti dikutip
Telegraph, Jumat (20/4/2012).
Ferrer juga mengikuti
perkembangan Messi saat dia
pertama kali mendapatkan tim
utama di Barca. Ferrer melihat
Messi masih susah membuat gol,
meski Messi bisa bermain satu
lawan satu. Tapi saat ini, jebolan
La Masia itu bisa melebihi
ekspetasi.
“Dia terus berusaha dengan
caranya dan sekarang dia
mencetak 40 atau 60 gol setiap
tahun. Messi bisa memenangkan
pertandingan dengan sendiri. Dia
sangat pintar. Tapi dia bisa
beristirahat dan kemudian
meminta bola. Memberikan 100
persen dan membuat sesuatu.
Dia tidak bisa dipercaya,” sanjung
Ferrer.
Selasa, 17 April 2012
"Golkar Perang Saudara"
JAKARTA - Politikus Partai Golkar, Zainal Bintang menilai ngototnya Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) untuk maju sebagai calon presiden tunggal dari Golkar untuk Pemilu 2014 mendatang menyebabkan terjadinya perang saudara di kalangan internal Golkar.
"Tindakan Ical yang nekat memaksakan adanya Rapimnasus pada bulan Juni untuk menggiring 33 DPD Golkar secara aklamasi menetapkan Ical sebagai capres, telah menciptakan ketegangan di internal Golkar alias 'perang saudara'," ungkap Zainal saat dihubungi wartawan, Selasa (17/4/2012).
Zainal mengatakan, ketegangan itu setidaknya telah melibatkan beberapa kader potensial Golkar seperti Ical, Akbar Tanjung dan Jusuf Kalla serta salah satu pimpinan Majelis Permusyaratan Rakyat (MPR), Hajriyanto Tohari.
"Perang saudara di internal Golkar setidaknya telah melibatkan empat kubu yang sedang 'bertempur' secara terbuka, Ical, Akbar Tanjung dan Jusuf Kalla dan wakil kelompok muda pendatang baru Hajrianto Tohari," jelasnya.
Mantan Ketua DPP Golkar era Jusuf Kalla ini menegaskan dengan adanya perang saudara tersebut telah memunculkan ketegangan di internal partai berlambang pohon beringan itu yang hanya merugikan Ical untuk bersaing merebutkan kursi presiden pada Pemilu 2014 mendatang.
"Kericuhan di internal Golkar tersebut yang mencuat di media secara dini, sangat merugikan upaya Ical membangun simpati menuju kursi RI 1 pada Pilpres 2014," kata dia.
Selain itu, lanjutnya, dengan adanya ketegangan ini menunjukkan bahwa Golkar sedang retak untuk bertarung di Pilpres mendatang. "Hal tersebut telah mengungkap kepermukaan adanya perpecahan dalam Golkar yang mengurangi kredibilitas Ical di masyarakat, dan membuktikan tidak bulatnya suara Golkar mendukung Ical," terangnya.
Sementara kata dia, pertarungan faksi-faksi di Golkar sudah berkembang sejak lama. "Di dalam tubuh Golkar sejak lama sudah ada faksi-faksi yang sangat kuat dan punya pengaruh di basis pendukung di daerah-daerah," imbuhnya.
Berikut pertarungan faksi-faksi di internal Golak, antara lain:
Pertama, pendukung Jusuf Kalla; Kalangan NU dan Golkar Indonesia Timur. Kedua, pendukung Akbar Tanjung; dikalangan HMI dan kader Golkar seperjuangan. Serta ketiga, pendukung Ical kalangan Kadin yang kurang berakar. Terakhir, kelompok empat, Hajrianto Thohari dan Priyo Budi Santoso, sebagai wakil anak muda yang potensial, yang memiliki basis di kampus-kampus.
Senin, 16 April 2012
Pembatasan BBM, Langkah Awal
Mudah-mudahan kali ini pemerintah lebih serius dan tidak lagi ragu
membatasi BBM bersubsidi. Penurunan harga minyak mentah sepekan terakhir
kemungkinan berlanjut hingga akhir tahun. Tahun ini, ratarata Indonesia crude price (ICP),
harga minyak mentah Indonesia, kemungkinan di bawah US$ 105 per barel,
harga yang menjadi asumsi APBNP 2012. Jika itu terjadi, APBN tahun ini
cukup aman.
Menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sudah pasti menjadi kebijakan yang tidak bisa dielakkan pemerintah pada masa akan datang. Siapa pun presiden RI, menaikkan harga BBM dan konversi energi dari BBM ke bahan bakar gas (BBG) adalah sebuah keharusan. Pemerintah juga harus lebih giat dan kreatif dalam mencari energi alternatif. Indonesia kini sudah menjadi net oil importer.
Untuk memenuhi kebutuhan BBM yang terus meningkat setiap tahun, pemerintah lewat PT Pertamina terus mengimpor minyak mentah dan BBM. Dengan tingkat harga yang relatif rendah akibat besarnya subsidi, konsumsi BBM terus membengkak Defisit energi minyak tahun 2011 sebesar US$ 12,15 miliar dan bakal mencapai US$ 20,67 miliar pada 2012. Ekspor minyak mentah dan produk minyak Indonesia tahun 2011 hanya US$ 18,61 miliar, sedangkan impor pada tahun yang sama mencapai US$ 39,28 miliar. Dengan cadangan minyak mentah sudah menipis, konsumsi BBM bersubsidi perlu dibatasi sebagai langkah melepas ketergantungan terhadap BBM.
Konsumsi BBM bersubsidi terus meningkat dari 38,2 juta kiloliter pada 2010 menjadi 41,7 juta kiloliter pada 2011. Jika tidak dibatasi, konsumsi BBM bersubsidi tahun ini bakal menembus 43 juta kiloliter. Pemerintah dan DPR RI sudah sepakat mematok konsumsi BBM bersubsidi tahun ini 40 juta kiloliter. Kenaikan konsumsi mendorong subsidi BBM yang pada APBN-P 2012 dipatok maksimal Rp 137,4 triliun.
Salah satu cara efektif untuk mengerem konsumsi BBM adalah harga. Jika harga tinggi atau tidak jauh dari harga pasar, konsumsi BBM per individu akan menurun. Orang akan berpikir seribu kali untuk menggunakan kendaraan pribadi. Kalaupun menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian, pergerakan harus dibatasi. Harga BBM yang murah memicu konsumsi yang tidak terkontrol.
Salah satu kelemahan subsidi BBM selama ini, yang selalu mendapat kritik tajam dari para pengamat adalah penikmatnya yang justru lebih banyak dari kalangan menengah atas. Itulah kelemahan subsidi harga, bukan subsidi langsung kepada rakyat tidak mampu. Menaikkan harga BBM bersubsidi dan memberikan bantuan langsung kepada rakyat tidak mampu adalah solusi tepat.
Tapi, bantuan kepada rakyat miskin bukanlah berupa uang tunai seperti 2005-2006, dan 2008. Bantuan langsung tunai (BLT) pada dua periode itu sama sekali tidak menaikkan kesejahteraan rakyat miskin dan hampir miskin, selain tidak sesuai sasaran. Setelah menerima uang tunai dan membelanjakannya, mereka kembali miskin. Karena mereka diberikan ikan, bukan kail dan tidak diajari cara menggunakan kail dengan baik, mereka tetap berkubang dalam kemiskinan.
BLT bahkan menjadi ajang mencari dukungan politik. Mereka yang tidak berhak pun memperoleh BLT asalkan dekat dengan pejabat desa dan kecamatan. BLT terbukti menjadi bahan kampanye daya tarik paling manjur bagi incumbent dan partai berkuasa. Tidak ada satu kandidat pun yang mampu membelanjakan dana di atas Rp 15 triliun untuk rakyat miskin dan hampir miskin saat kampanye.
Subsidi BBM juga membuka peluang penyelundupan. Sebagai negeri kepulauan dengan wilayah laut yang luas, disparitas harga BBM antara Indonesia dan negara tetangga memicu penyelundupan di lepas pantai. Aparat keamanan RI yang terbatas dalam jumlah dan peralatan sulit mencegah pergerakan kapal ikan asing. Para nelayan asing dengan kapal dan peralatan yang canggih dengan leluasa mencuri ikan dan membeli BBM bersubsidi Indonesia.
Walau menaikkan harga adalah opsi terbaik, saat ini kita tidak perlu membuang energi untuk mendorong kenaikan harga BBM. Jauh lebih konstruktif kita mendukung pemerintah membatasi pemakaian BBM bersubsidi dan melakukan konversi BBM ke BBG, terutama untuk transportasi. Rapat paripurna DPR RI, 31 Maret 2012 sudah memutuskan untuk menyerahkan kepada pemerintah wewenang menaikkan dan menurunkan harga BBM dengan syarat. Jika rata-rata harga minyak mentah setahun terakhir 15% di atas atau di bawah US$ 105 per barel, harga patokan APBN-P 2012, pemerintah dipersilakan menaikkan atau menurunkan harga BBM.
Pembatasan yang terlalu ekstrem memang tidak adil bagi masyarakat menengah karena angkutan umum massal di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia masih sangat terbatas di samping tidak aman dan nyaman. Sungguh pun demikian, dalam keterbatasan ini, pemerintah bisa mulai mengambil langkah sistematis membatasi penggunaan premium dan solar bersubsidi.
Pertama, mendata dengan akurat rakyat pengguna kendaraan pribadi yang layak mendapat subsidi. Kedua, mereka yang pantas disubsidi diberikan kartu subsidi BBM. Mereka mengisi BBM di SPBU dengan kartu itu. Ketiga, besarnya subsidi BBM per bulan— yang diukur dengan jumlah liter premium atau solar yang dipakai dikalikan harga subsidi— tertera dalam kartu. Yang disubsidi hanyalah penggunaan BBM untuk perjalanan sangat penting, yakni pergi-pulang tempat kerja, ke sekolah anak, pasar, serta sejumlah tempat dan acara penting. Cara ini merangsang kaum tidak mampu yang menggunakan kendaraan pribadi untuk berhemat. Seperti kartu e-toll, jika jatah subsidi BBM sudah habis, premium atau solar di SPBU tidak bisa lagi mengucur ke tangki pemegang kartu.
Pembatasan penggunaan BBM bersubsidi hanyalah langkah awal untuk menapak pada solusi yang lebih strategis dan penting. Solusi lain adalah konversi BBM ke BBG untuk transportasi dan industri. Masalah gas dari hulu hingga hilir harus segera dibereskan. Di hulu, pemerintah perlu memberikan rangsangan kepada perusahaan untuk menemukan sumur gas baru. Gas yang dihasilkan harus diprioritaskan bagi kebutuhan dalam negeri, baik untuk transportasi, industri, maupun rumah tangga.
Di level antara, pemerintah perlu mendorong PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk membangun pipa gas di sentra konsumsi dan berbagai infrastruktur penunjang. Sedangkan di hilir, pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas harus lebih didorong dengan berbagai insentif.
Kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor, harus memiliki fasilitas untuk pengisian BBG. Tidak ada alasan bagi pemilik kendaraan untuk tidak menggunakan BBG karena alasan tidak ada fasilitas. Semua kendaraan umum wajib menggunakan BBG. Bersamaan dengan itu, pemerintah lebih serius membangun sistem dan infrastruktur transportasi. Angkutan umum tidak saja berbasis bus, melainkan juga monorel, mass rapit transit (MRT), dan kereta api biasa.
Ini semua hanya mungkin terlaksana jika pemerintah memiliki kebijakan energi nasional dan kebijakan transportasi umum yang baik. Pembatasan penggunaan BBM bersubsidi kita dukung penuh, tapi itu hanya langkah awal
Ibnu Syahreza
Menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sudah pasti menjadi kebijakan yang tidak bisa dielakkan pemerintah pada masa akan datang. Siapa pun presiden RI, menaikkan harga BBM dan konversi energi dari BBM ke bahan bakar gas (BBG) adalah sebuah keharusan. Pemerintah juga harus lebih giat dan kreatif dalam mencari energi alternatif. Indonesia kini sudah menjadi net oil importer.
Untuk memenuhi kebutuhan BBM yang terus meningkat setiap tahun, pemerintah lewat PT Pertamina terus mengimpor minyak mentah dan BBM. Dengan tingkat harga yang relatif rendah akibat besarnya subsidi, konsumsi BBM terus membengkak Defisit energi minyak tahun 2011 sebesar US$ 12,15 miliar dan bakal mencapai US$ 20,67 miliar pada 2012. Ekspor minyak mentah dan produk minyak Indonesia tahun 2011 hanya US$ 18,61 miliar, sedangkan impor pada tahun yang sama mencapai US$ 39,28 miliar. Dengan cadangan minyak mentah sudah menipis, konsumsi BBM bersubsidi perlu dibatasi sebagai langkah melepas ketergantungan terhadap BBM.
Konsumsi BBM bersubsidi terus meningkat dari 38,2 juta kiloliter pada 2010 menjadi 41,7 juta kiloliter pada 2011. Jika tidak dibatasi, konsumsi BBM bersubsidi tahun ini bakal menembus 43 juta kiloliter. Pemerintah dan DPR RI sudah sepakat mematok konsumsi BBM bersubsidi tahun ini 40 juta kiloliter. Kenaikan konsumsi mendorong subsidi BBM yang pada APBN-P 2012 dipatok maksimal Rp 137,4 triliun.
Salah satu cara efektif untuk mengerem konsumsi BBM adalah harga. Jika harga tinggi atau tidak jauh dari harga pasar, konsumsi BBM per individu akan menurun. Orang akan berpikir seribu kali untuk menggunakan kendaraan pribadi. Kalaupun menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian, pergerakan harus dibatasi. Harga BBM yang murah memicu konsumsi yang tidak terkontrol.
Salah satu kelemahan subsidi BBM selama ini, yang selalu mendapat kritik tajam dari para pengamat adalah penikmatnya yang justru lebih banyak dari kalangan menengah atas. Itulah kelemahan subsidi harga, bukan subsidi langsung kepada rakyat tidak mampu. Menaikkan harga BBM bersubsidi dan memberikan bantuan langsung kepada rakyat tidak mampu adalah solusi tepat.
Tapi, bantuan kepada rakyat miskin bukanlah berupa uang tunai seperti 2005-2006, dan 2008. Bantuan langsung tunai (BLT) pada dua periode itu sama sekali tidak menaikkan kesejahteraan rakyat miskin dan hampir miskin, selain tidak sesuai sasaran. Setelah menerima uang tunai dan membelanjakannya, mereka kembali miskin. Karena mereka diberikan ikan, bukan kail dan tidak diajari cara menggunakan kail dengan baik, mereka tetap berkubang dalam kemiskinan.
BLT bahkan menjadi ajang mencari dukungan politik. Mereka yang tidak berhak pun memperoleh BLT asalkan dekat dengan pejabat desa dan kecamatan. BLT terbukti menjadi bahan kampanye daya tarik paling manjur bagi incumbent dan partai berkuasa. Tidak ada satu kandidat pun yang mampu membelanjakan dana di atas Rp 15 triliun untuk rakyat miskin dan hampir miskin saat kampanye.
Subsidi BBM juga membuka peluang penyelundupan. Sebagai negeri kepulauan dengan wilayah laut yang luas, disparitas harga BBM antara Indonesia dan negara tetangga memicu penyelundupan di lepas pantai. Aparat keamanan RI yang terbatas dalam jumlah dan peralatan sulit mencegah pergerakan kapal ikan asing. Para nelayan asing dengan kapal dan peralatan yang canggih dengan leluasa mencuri ikan dan membeli BBM bersubsidi Indonesia.
Walau menaikkan harga adalah opsi terbaik, saat ini kita tidak perlu membuang energi untuk mendorong kenaikan harga BBM. Jauh lebih konstruktif kita mendukung pemerintah membatasi pemakaian BBM bersubsidi dan melakukan konversi BBM ke BBG, terutama untuk transportasi. Rapat paripurna DPR RI, 31 Maret 2012 sudah memutuskan untuk menyerahkan kepada pemerintah wewenang menaikkan dan menurunkan harga BBM dengan syarat. Jika rata-rata harga minyak mentah setahun terakhir 15% di atas atau di bawah US$ 105 per barel, harga patokan APBN-P 2012, pemerintah dipersilakan menaikkan atau menurunkan harga BBM.
Pembatasan yang terlalu ekstrem memang tidak adil bagi masyarakat menengah karena angkutan umum massal di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia masih sangat terbatas di samping tidak aman dan nyaman. Sungguh pun demikian, dalam keterbatasan ini, pemerintah bisa mulai mengambil langkah sistematis membatasi penggunaan premium dan solar bersubsidi.
Pertama, mendata dengan akurat rakyat pengguna kendaraan pribadi yang layak mendapat subsidi. Kedua, mereka yang pantas disubsidi diberikan kartu subsidi BBM. Mereka mengisi BBM di SPBU dengan kartu itu. Ketiga, besarnya subsidi BBM per bulan— yang diukur dengan jumlah liter premium atau solar yang dipakai dikalikan harga subsidi— tertera dalam kartu. Yang disubsidi hanyalah penggunaan BBM untuk perjalanan sangat penting, yakni pergi-pulang tempat kerja, ke sekolah anak, pasar, serta sejumlah tempat dan acara penting. Cara ini merangsang kaum tidak mampu yang menggunakan kendaraan pribadi untuk berhemat. Seperti kartu e-toll, jika jatah subsidi BBM sudah habis, premium atau solar di SPBU tidak bisa lagi mengucur ke tangki pemegang kartu.
Pembatasan penggunaan BBM bersubsidi hanyalah langkah awal untuk menapak pada solusi yang lebih strategis dan penting. Solusi lain adalah konversi BBM ke BBG untuk transportasi dan industri. Masalah gas dari hulu hingga hilir harus segera dibereskan. Di hulu, pemerintah perlu memberikan rangsangan kepada perusahaan untuk menemukan sumur gas baru. Gas yang dihasilkan harus diprioritaskan bagi kebutuhan dalam negeri, baik untuk transportasi, industri, maupun rumah tangga.
Di level antara, pemerintah perlu mendorong PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk membangun pipa gas di sentra konsumsi dan berbagai infrastruktur penunjang. Sedangkan di hilir, pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas harus lebih didorong dengan berbagai insentif.
Kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor, harus memiliki fasilitas untuk pengisian BBG. Tidak ada alasan bagi pemilik kendaraan untuk tidak menggunakan BBG karena alasan tidak ada fasilitas. Semua kendaraan umum wajib menggunakan BBG. Bersamaan dengan itu, pemerintah lebih serius membangun sistem dan infrastruktur transportasi. Angkutan umum tidak saja berbasis bus, melainkan juga monorel, mass rapit transit (MRT), dan kereta api biasa.
Ini semua hanya mungkin terlaksana jika pemerintah memiliki kebijakan energi nasional dan kebijakan transportasi umum yang baik. Pembatasan penggunaan BBM bersubsidi kita dukung penuh, tapi itu hanya langkah awal
Ibnu Syahreza
Label:
BBM,
berita ekonomi,
ekonomi,
ICP,
Indo Media News,
Indonesia,
Indonesia Times,
Kenaikan harga BBM bersubsidi,
News,
okezone.com,
pembatasanBM BBM,
Pertamax
Langganan:
Postingan (Atom)

